Lupis adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan cita rasa manis dari gula merah. Disajikan dengan taburan kelapa parut, lupis sering menjadi favorit di pasar tradisional hingga acara keluarga. Menariknya, meskipun terlihat sederhana, membuat lupis yang sempurna membutuhkan teknik dan kesabaran tersendiri.

Sejarah Lupis
Lupis adalah jajanan tradisional khas Indonesia, khususnya populer di wilayah Jawa (seperti Jawa Tengah dan Betawi) serta Lombok, yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang, dikukus, lalu disajikan dengan parutan kelapa dan sirup gula aren (kinca).
- Asal-Usul & Masa Penjajahan: Lupis diyakini sudah menjadi kudapan masyarakat nusantara sejak masa kolonial. Karena bahan bakunya (ketan, kelapa, dan gula aren) sangat mudah ditemukan di tanah air, makanan ini menjadi simbol ketahanan pangan rakyat jelata saat itu.
- Makna Filosofis: Ketan yang lengket setelah dimasak melambangkan eratnya tali persaudaraan dan persatuan antar masyarakat. Di beberapa daerah, seperti Pekalongan, lupis raksasa sering dibuat dalam tradisi “Syawalan” (tujuh hari setelah Idulfitri) sebagai simbol silaturahmi.
- Variasi Bentuk:
- Segitiga: Bentuk yang paling umum ditemukan di Jawa Tengah dan DIY.
- Silinder (Bulat Panjang): Menyerupai lontong, sering ditemukan di wilayah Betawi atau daerah lain sebagai variasi praktis.
- Penyajian Tradisional: Lupis klasik dibungkus menggunakan daun pisang yang memberikan aroma khas, berbeda dengan plastik yang sering digunakan pada versi modern.
Bahan-Bahan Membuat Lupis
Bahan utama:
- 500 gram beras ketan putih (rendam minimal 2–3 jam)
- Daun pisang secukupnya (untuk membungkus)
- Air untuk merebus
Untuk taburan:
- 200 gram kelapa parut (pilih yang tidak terlalu tua)
- ½ sendok teh garam
Bahan saus gula merah:
- 200 gram gula merah (serut halus)
- 100 ml air
- 1 lembar daun pandan
- Sejumput garam
Cara Membuat Lupis
1. Menyiapkan Beras Ketan
Setelah direndam, tiriskan beras ketan hingga tidak terlalu basah. Ini penting agar tekstur lupis nanti tidak terlalu lembek.
2. Membungkus Lupis
Ambil daun pisang, bentuk kerucut kecil, lalu isi dengan beras ketan hingga penuh. Lipat dan sematkan menggunakan lidi atau tusuk gigi agar tidak terbuka saat direbus.
3. Merebus Lupis
Rebus lupis dalam air mendidih selama sekitar 2–3 jam. Pastikan seluruh bagian lupis terendam air agar matang merata. Tambahkan air jika menyusut selama proses perebusan.
4. Menyiapkan Kelapa Parut
Kukus kelapa parut yang sudah diberi sedikit garam selama 10–15 menit agar lebih tahan lama dan tidak cepat basi.
5. Membuat Saus Gula Merah
Rebus gula merah, air, daun pandan, dan sedikit garam hingga larut dan mengental. Saring jika perlu agar hasilnya halus.
6. Penyajian
Setelah lupis matang, angkat dan tiriskan. Buka bungkus daun pisang, potong sesuai selera, lalu sajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah.
Tips Agar Lupis Sempurna
- Gunakan daun pisang yang sudah dilayukan agar tidak mudah sobek saat dibentuk.
- Pastikan beras ketan direndam cukup lama supaya hasilnya pulen.
- Jangan terburu-buru saat merebus—proses lama adalah kunci tekstur kenyal yang khas.
- Gunakan gula merah berkualitas agar rasa saus lebih legit dan harum.
Penutup
Membuat lupis memang membutuhkan waktu, Royaltoto tetapi hasilnya sepadan dengan usaha. Kelezatan lupis tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai tradisi yang dibawanya. Cocok dinikmati bersama keluarga di sore hari atau sebagai hidangan spesial saat acara tertentu.